Sunday, January 2, 2011

Profil Bupati Kebumen H. Buyar Winarso,SE


Nama
:
H. Buyar Winarso, SE
Tempat /Tgl Lahir
:
Kebumen, 23 Sepetember 1963
Alamat Tempat Tinggal
:
RT 001 / RW 009, Desa Wonokromo, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen
Jenis Kelamin
:
Laki-laki
Agama
:
Islam
Istri
:
Ninik Yuliani
Anak
:
1. Damilah Tanty J
2. Wininda Witiyaningrum
3. Teges Widiyarto
Orang Tua
:
Ayah : Arsomihardjo Ibu : Sunarti
Riwayat Pendidikan
:
SDN Wonokromo 1976


SMP Tamtama Kebumen 1983


SMA Muhammadiyah Kebumen 1986


Universitas Krisnadwipayana 2007



Pengalaman Pekerjaan
:
a.
PT Bhineka Tunggal Ika Tahun 1986 1987


b.
PT Surya Pasifik Tahun 1987-1986


c.
Direktur Utama PT Abul Pratama Jaya Tahun 1989-1993


d.
PT Trias Duta Tahun 1993-1994


e.
PT Luhur Asa Prima 1994-1995


f.
Direktur Utama / Pemilik PT Bumen Jaya Duta Putra Tahun 1995-Sekarang


g.
Ketua Yayasan / Pemilik Perguruan Global Islamic School Tahun 2002-Sekarang


h.
Direktur Utama / Pemilik Global Education center Tahun 2008-Sekarang


i.
Direktur Utama / Pemilik PT Global Access Tour & Travel Tahun 2006-Sekarang

Saturday, December 4, 2010

MANUSIA KERA DI TOSERBA JADI BARU KEBUMEN


Pada tanggal 5 s.d 7 Desember 2010 di toserba jadi baru kebumen bakalan kedatangan Manusia Kera. Manusia kera ini bernama Catur  yang lahir di brebes 12 tahun yang lalu. Catur dijuluki manusia kera karena memiliki wajah mirip tokoh pewayangan Hanoman, dia memiliki bulu bermata biru, tidak memiliki kelopak mata dan putting susu. Tapi hanoman yang satu ini memiliki keahlian menyanyi dan tampil diatas panggung. Rencananya tour manusia kera ini bakal ada di Toserba Jadi Baru selama 3 hari yang dimulai pukul  10.00 s.d 20.00WIB, dan bagi masyarakat kota kebumen dan sekitarnya yang akan menyaksikan Cuma akan dipungut biaya sebesar Rp.5.000,- rupiah. Pertunjukan yang digarap oleh Five Production Cirebon ini juga akan menampilkan pertunjukan Sulap dan Akrobatik the master.

Wednesday, September 15, 2010

Sejarah Terjadinya Kota Lawet Kabupaten Kebumen

Tugu Lawet Simbol Kebesaran Kota Kebumen

Versi Pertama asal mula lahirnya Kebumen dilacak dari berdirinya Panjer . Menurut sejarahnya menurut sejarahnya, Panjer berasal dari tokoh yang bernama Ki Bagus Bodronolo.Pada waktu Sultan Agung menyerbu ke Batavia ia membantu menjadi prajurit menjadi pengawal pangan dan kemudian diangkat menjadi senopati. Ketika Panjer dijadikan menjadi kabupaten dengan bupatinya Ki Suwarno( dari Mataram ), Ki Bodronolo diangkat menjadi Ki Gede di Panjer Lembah ( Panjer Roma ) dengan gelar Ki Gede Panjer Roma I, Pengangakatan tersebut berkat jasanya menangkal serangan Belanda yang akan mendarat di Pantai Petanahan sedangkan anaknya Ki Kertosuto sebagai patihnya Bupati Suwarno.Demang Panjer Gunung, Adiknya Ki Hastrosuto membantu ayahnya di Panjer Roma, kemudian menyerahkan jabatannya kepada Ki Hastrosuto dan bergelar Ki Panjer Roma II. Tokoh ini sangat berjasa karena memberi tanah kepada Pangeran Bumidirja. yang terletak di utara Kelokan sungai Lukulo dan kemudian dijadikan padepokan yang amat terkenal. Kedatangan Kyai P Bumidirja menyebabkan kekhawatiran dan prasangka, maka dari itu beliau menyingkir ke desa Lundong sedang Ki panjer Roma II bersama Tumenggung Wongsonegoro Panjer gunung menghindar dari kejaran pihak Mataram. Sedangkan Ki Kertowongso dipaksa untuk taat kepada Mataram dan diserahi Penguasa dua Panjer, sebagai Ki Gede Panjer III yang kemudian bergelar Tumenggung Kolopaking I ( karena berjasa memberi kelapa aking pada Sunan Amangkurat I ). dari Veri I dapat disimpulkan bahwa lahirnya Kebumen mulai dari Panjer yaitu tanggal 26 Juni 1677.
Sejarah Kabupaten Kebumen dimulai sejak Tumenggung Arung Binang I yang masa mudanya bernama JAKA SANGKRIP yang berdarah Mataram dan dititipkan kepada pamannya Demang Kutawinangun. Setelah dewasa lalu mencari ayahnya ke keraton Mataram dan setelah membuktikan keturunan Raja maka ia diangkat menjadi Mantri Gladag, kemudian sampai Bupati Nayaka dengan Gelar Hanggawangsa. setelah diambil menantu oleh Patih Surakarta kemudian diangkat menjadi Tumenggung Arung Binang I sampai dengan keturunannya yang Ke III sedangkan Arung Binang IV sampai ke VIII secara resmi menjadi Bupati Kebumen.
Asal mula nama Kebumen adalah adanya tokoh KYAI. PANGERAN BUMIDIRJA. Beliau adalah bangsawan ulama dari Mataram, adik Sultan Agung Hanyokro Kusumo. Ia dikenal sebagai penasihat raja, yang berani menyampaikan apa yang benar itu benar dan apa yang salah itu salah. Kyai P Bumidirjo sering memperingatkan raja bila sudah melanggar batas-batas keadilan dan kebenaran. Ia berpegang pada prinsip : agar raja adil dan bijaksana. Disamping itu juga ia sangat kasih dan sayang kepada rakyat kecil. Kyai P Bumidirjo memberanikan diri memperingatkan keponakannya, yaitu Sunan Amangkurat I. Karena sunan ini sudah melanggar paugeran keadilan dan bertindak keras dan kejam. Bahkan berkompromi dengan VOC (Belanda) dan memusuhi bangsawan ,ulama dan rakyatnya. Peringatan tersebut membuat kemarahan Sunan Amangkurat I dan direncanakan akan dibunuh, Karena menghalangi hukum qishos terhadap Kyai P Pekik dan keluarganya ( mertuanya sendiri ).
Untuk menghadapi hal itu, Kyai P Bumidirjo lebih baik pergi meloloskan diri dari kungkungan sunan Amangkurat I. Dalam perjalanan ia tidak memakai nama bangsawan , namun memakai nama Kyai Bumi saja.
Kyai P Bumidirjo sampai ke Panjer dan mendapat hadiah tanah di sebelah utara kelok sungai Lukulo , pada tahun 1670. Pada tahun itu juga dibangun padepokan/pondok yang kemudian dikenal dengan nama daerah Ki bumi atau Ki-Bumi-An, menjadi KEBUMEN.
Oleh karena itu bila lahirnya Kebumen diambil dari segi nama, maka versi Kyai Bumidirjo yang dapat dipakai dan mengingat latar belakang peristiwanya tanggal 26 Juni 1677.
Berdasarkan bukti-bukti sejarah bahwa Kebumen berasal dari kata Bumi, nama sebutan bagi P Kyai Bumidirjo , mendapat awalan Ke dan akhiran an yang menyatakan tempat.
Hal itu berarti Kabumen mula mula adalah tempat tinggal P Bumidirjo.
Di dalam perjalanan sejarah Indonesia pada saat dipegang Pemerintah Hindia Belanda telah terjadi pasang surut dalam pengadaan dan pelaksanaan belanja negara , keadaan demikian memuncak sampai klimaksnya sekitar tahun 1930. Salah satu perwujudan pengetatan anggaran belanja negara itu adalah penyederhanaan tata pemerintahan dengan penggabungan daerah-daerah Kabupaten (regentschaap) . Demikian pula halnya dengan Kabupaten Karanganyar dan Kebupaten Kebumen telah mengalami penggabungan menjadi satu daerah Kabupaten menjadi Kabupaten Kebumen. Surat keputusan tentang penggabungan kedua daerah ini tercatat dalam lembaran negara Hindia Belanda tahun 1935 nomor 629. Dengan ditetapkannya Surat Keputusan tersebut maka Surat Keputusan terdahulu tanggal 21 juli 1929 nomor 253 artikel nomor 121 yang berisi penetapan daerah kabupaten Kebumen dinyatakan dicabut atau tidak berlaku lagi. Ketetapan baru tersebut telah mendapat persetujuan Majelis Hindia Belanda dan Perwakilan Rakyat (Volksraad).
Sebagai akibat ditetapkannya Surat Keputusan tersebut maka luas wilayah Kabupaten Kebumen yang baru yaitu : Kutowingun , Ambal , Karanganyar dan Kebumen. Dengan demikian Surat Keputusan Gubernur Jendral De Jonge Nomor 3 tertanggal 31 Desember 1935 dan mulai berlaku tanggal 1 Januari 1936 dan sampai saat ini tidak berubah .Sampai sekarang Kabupaten Kebumen telah memiliki Tumenggung/Adipati/Bupati sudah sampai 29 kali.

Tuesday, June 8, 2010

Bupati Kebumen Buyar Winarso apa Nasirudin ?

Kayakya masih terlalu singkat kita berandai-andai dengan hasil pilkada 6 Juni lalu. Penghitungan suara masih berlangsung dan perolehanpun saling susul menyusul. pada waktu penghitungan hari pertama Pasangan KH. Nasirudin memimpin dan pada sore harinya Pasangan Buyar Winarso yang ganti memimpin. Jadi, Siapa Bupati Kebumen? Buyar Winarso apa KH. Nasirudin??? ini masih seru dan layak kita tunggu beritanya dan kita berharap siapapun Bupatinya dapat memajukan kota Kebumen. Jangan hanya manis janji-janji belaka.

Monday, June 7, 2010

Hasil Perolehan Pilkada Kabupaten Kebumen

Perolehan Suara Pilkada Kebumen 2010 untuk sementara Buyar Winarso dan pasanganya memimpin dengan erolehan suara 268.456 atau 50,85% dan KH. Nasirudin memperoleh suara 216.203 atau 49,15%. Untuk sementara KPU Kebumen masih melakukan penghitungan suara.